Hasil Inter Milan vs Udinese: I Nerazzurri Tetap Perfect

Hasil Inter Milan vs Udinese: I Nerazzurri Tetap Perfect

Laga Inter Milan melawan Udinese di Stadion Giuseppe Meazza, Minggu (15/9) sukses dimenangkan oleh Romelu Lukaku dan kawan-kawan dengan score 1-0. Kemenangan ini membikin I Nerazzurri terus perfect di ajang Serie A kampanye musim ini.

Di awal paruh perdana, Inter lansung menggebrak. Baru saja 4 menit, Politano memperoleh kesempatan tendangan jarak dekat. Sayangnya bola tetap membentur tiang. Stefano Sensi coba peruntungannya via tendangan voli pada menit ke-16.

Udinese tidak diam saja. Kesempatan diraih Wallace di dalam kotak penalti, namun Handanovic tetap dapat menyelamatkan bola. Saat laga sudah berjalan hingga menit ke-35, Udinese berlaga dengan sepuluh orang sebab De Paul diusir wasit.

Menghadapi sepuluh bintang, Inter semakin optimis. Mereka senantiasa mengurung para pemain Udinese. Jelang penghujung paruh perdana, score laga pada akhirnya berubah. Sensi berlari berlaga di jantung pertahanan untuk jelang assist Godin via tandukan.

Penjaga gawang Udinese tidak dapat mengantisipasi kiprah Sensi itu dan membikin Inter menang 1-0. Score 1-0 ini endingnya menetap sampai 90 menit, walau Udinese pada fase ke 2 memperoleh kesempatan untuk dapat memaksakan skor jadi imbang.

Tim Nasional Haiti Cetak Sejarah Anyar di Piala Emas CONCACAF

Tim Nasional Haiti Cetak Sejarah Anyar di Piala Emas CONCACAF

Gelaran Piala Emas CONCACAF yang tengah bergulir di Amerika Serikat berbuah sejarah anyar. Sejarah ini dicetak oleh kesebelasan yang sepanjang ini dinilai yang terlemah di kawasan Amerika Utara, Haiti.

Tim nasional Haiti memang bermain di atas rata-rata di Piala Emas kali ini. Puncaknya pun berlangsung saat mereka berhasil menumbangkan salah 1 kesebelasan tangguh, Kanada, pada Sabtu (29/6/2019). Pada pertandingan yang bergulir di Houston itu mereka berhasil menghajar sang rival dengan score 3-2.

3 goal yang dicetak Duckens Nazon, Wilde-Donald Guerrier, dan Herve Bazile, berhasil mengantarkan Haiti menuju ke semi-final. Pencapaian ini sekalian menjadi history anyar untuk mereka. Buat pertama kali anak didik Marc Collat melaju menuju semi-final semenjak 1977 lalu.

Sinyal kesuksesan Johny Placide ini sebenarnya telah nampak semenjak putaran grup. Ada di Grup B mereka sukses melaju menuju perempat-final menjadi jawara grup dengan perolehan angka sempurna, 9. Malahan di grup itu mereka sukses menumbangkan kesebelasan tangguh Kosta Rika.

Nantinya pada fase semi-final Haiti bakal melawan kesebelasan kokoh yang sekalian kandidat jawara, Meksiko, yang pada perempat-final sukses menghajar Kosta Rika di dalam adu penalti.

Kesempatan negeri yang beribu kotakan Port Au Prince ini untuk masih meneruskan kejutannya jelas tetap terbuka. Terlebih apabila menyaksikan sejarah mereka sebenarnya sudah mencicipi trofi Piala Emas di tahun 1973.

De Ligt Ungkap Resep Keberhasilan Ajax Musim Ini

De Ligt Ungkap Resep Keberhasilan Ajax Musim Ini

Ajax mampu sukses besar musim ini. Walau kandas di Liga Champions, mereka berjaya di Eredivisie dan KNVB Beker. Lantas, Matthijs de Ligt dkk. juga sukses meraih hati pencinta sepakbola dunia karena penampilan mengesankan.

Usai Ajax menegaskan diri keluar menjadi jawara Eredivisie kompetisi musim ini dengan menghajar De Graafschap, Kamis (16/5/2019) dini hari WIB, Matthijs de Ligt menyebutkan resep di balik kejayaan kesebelasannya. Resep ini juga bukanlah rumit, sederhana saja.

“Kami merupakan sekelompok kawan yang main bola kayak di halaman sekolah. Kami pergi menuju Lisbon, London, menuju mana juga, bersama-sama, ” kata pemain bertahan tim nasional Belanda ini sebagaimana dilansir Football5Star. com dari NU. nl.

Matthijs de Ligt melanjutkan, “Dan di mana jua, kami terus bersama-sama. Hal tersebut membuat ikatan kokoh. Kesebelasan ini jua terbentuk dari sangat banyak bintang spektakuler. ”

Ikatan pertemanan dan kebersamaan ini akhirnya membikin mereka berlaga dengan riang di gelanggang. Keriangan inilah yang lantas merasuk menuju hati para pencinta sepakbola dunia.

Di samping mengatakan resep kejayaan tim besutan Erik ten Hag ini, leader Ajax ini juga tidak lupa menyatakan tentang masa depannya. Ia mengakui tak jua berencana jelas usai kompetisi musim ini selesai.

“Terlintas di kepalaku, ini kemungkinan pertandingan terakhirku bareng Ajax. Terdapat banyak tawaran, namun saya sulit menentukan opsi. Saya betul-betul tidak tahu apakah yang bakal berlangsung pada jendela transfer musim panas ini, ” tutur pemain belakang berusia 19 tahun itu setelah pertandingan vs De Graafschap.

Pemberitaan yang tersebar mengatakan Matthijs de Ligt 1 langkah lagi gabung dengan Frenkie de Jong di Barcelona. Tapi, negosiasi di antara ke 2 pihak menemui jalan buntu. Seperti dilansir Mundo Deportivo, sang bintang tidak benar-benar percaya dengan plan barcelona untuk dia.

Pique: Solskjaer Membantuku Tumbuh

Pique: Solskjaer Membantuku Tumbuh

Gerard Pique membeberkan peran Ole Gunnar Solskjaer kala ia masih bermain buat Manchester United. Untuk pemain bertahan Barcelona ini, Solskjaer jadi salah satu bintang yang menolong dirinya berkembang.

Pique hengkang dari Barcelona ke Manchester United di tahun 2004. Kala itu, pemain bertahan yang identik dengan nomor jersey 3 ini tengah berumur 17 tahun. Menjadi salah satu bintang senior, menurut Pique, Solskaer memerankan tugas yang amat bagus.

“Saya ingat Ole menjadi rekan setim yang bagus. Saat aku tiba menuju sini (United) di usia 17 tahun, amat muda serta dia merupakan yang tertua (di klub). Ia amat membantuku guna meningkat di tim, pada negara ini serta pada kota ini, ” tutur Gerard Pique diberitakan Football5star melalui Sky Sport.

Kala itu, Solskjaer sedang merasakan era akhir selaku pesepak bola profesional. Sebab di penghujung kompetisi musim 2006-07, lelaki berkebangsaan Norwegia ini mengambil keputusan pensiun.

“Saya ingat kala itu ia ada di dalam pengujung kariernya serta ia sedang mendapatkan problem cedera. Namun, saat anda latihan bersama dirinya, anda dapat menyaksikan kemampuannya kala menyarangkan goal, ” imbuh Pique.

Empat musim pada Manchester United serta 3 musim bareng Solskjaer, Pique tidak dapat mengabaikan jasa dari sang eks rekan. Dia jua berpikir peran anyar Ole Gunnar Solskjaer menjadi juru tak-tik pada Manchetser United berlangsung lancar.

“Sungguh ini merupakan pengalaman yang baik kala bermain dengannya. Aku amat bahagia sekarang menyaksikan ia jadi manajer Manchester United. Ia mengerjakan job yang baik semenjak memperoleh tugas anyar. Mereka memenangkan beberapa laga serta berlaga sedikit lebih bagus, ” puji Gerard Pique.

Skuat Arsenal Dinilai Terlalu Individualis

Skuat Arsenal Dinilai Terlalu Individualis

Legenda Arsenal, Charlie Nicholas, menilai performa Granit Xhaka cs terlalu individualis. Dia berkaca di performa Meriam London kontra Rennes di Liga Europa.

“Saya mengatakannya sepanjang waktu. Barisan defensif Arsenal berantakan, tak tersedia pemerintahan serta asuhan. Mereka berlaga menjadi individu, ” tutur Nicholas pada Soccerway.

Meriam London kalah 1-3 di tangan tuan rumah Rennes pada permainan perdana fase 16 besar Liga Europa di Roazhon Park, Jumat (8/3) dini hari WIB. Sempat menang terlebih dahulu melewati Alex Iwobi, The Gunners lantas kehilangan konsentrasi serta kemasukan hat-trick.

Nicholas sebenarnya meminta penampilan barisan defensif The Gunners membaik dengan kembalinya Petr Cech dibawah mistar. Tapi, hal tersebut tidak terjadi.

“Bahkan dengan Cech balik lagi, aku betul-betul bisa menyaksikan kenapa ia mengambil keputusan buat menyatakan ‘Saya sudah cukup’, sebab semenjak ia hadir ke Arsenal, tak ada apa-apa untuknya selain usaha. ”

“Cech merupakan penjaga gawang level dunia. Ia hadir ke Arsenal buat coba dan memberikan mereka cukup pengetahuan dan bantuan sebagus mungkin, namun mereka tak mendengarkan. Mereka berlaga jadi individu, ” tutur Nicholas.

Bawa Barca Kalahkan Madrid, Ini Kata Luiz Suarez

Bawa Barca Kalahkan Madrid, Ini Kata Luiz Suarez

Ujung tombak Barcelona, Luis Suarez memainkan peran penting di kemenangan kesebelasannya dari Real Madrid di leg ke 2 semifinal Copa del Rey, Kamis (28/2) malam WIB. Suarez menyarangkan 2 gol di partai tersebut serta membantu Barca menang 3-0 di Santiago Bernabeu.

Bukanlah hanya 2 skor saja, Suarez sesungguhnya punya peran penting di gol bunuh diri Raphael Varane. Sekiranya Varane tak mendorong bola ke gawang Madrid sendiri, Suarez telah siap guna menyentuh bola dan menyarangkan gol ke 2.

Kemenangan 3-0 itu membawa Barca menuju final bersama agregat 4-1. Suarez balik lagi menjadi pahlawan Barca pada Bernabeu. Ia merupakan satu dari sekian banyak striker Barca yang sangat sering menyarangkan gol pada markas Madrid itu.

Menurut Suarez, kunci hasil positif Barca terletak pada goal pertama pada menit ke-50. Goal tersebut mengagetkan pertahanan Madrid dan mengharuskan Los Blancos untuk tampil menyerang dan lebih terbuka, itulah rahasia yang membikin Barca dapat bermain setingkat lebih bebas serta mencetak 2 skor berikutnya.

“Kami tahu jika rombongan saya berhasil menyarangkan gol, mereka akan main lebih menyerang dan rombongan saya bisa mendapat sejumlah ruang, ” kata Suarez kepada Marca.

“Pertandingan terus memiliki lini positif serta negatifnya, rombongan saya tidak berlaga terlalu bagus seperti yang kami dambakan, tapi begitulah pertandingan berlangsung. “