Haaland Dua Gol, Die Borussen Menang 3-0

Haaland Dua Gol, Die Borussen Menang 3-0

Haaland Dua Gol, Die Borussen Menang 3-0 – Borussia Dortmund mengalahkan Club Brugge 3-0 di matchday keempat Grup F Liga Champions. Erling Braut Haaland menyumbang dua gol untuk kemenangan Die Borussen.

Dortmund tampil perkasa di Signal Iduna Park, Dortmund, Jerman, Rabu (25/11/2020) dini hari WIB. Sejak menit pertama, tuan rumah memberondong lini belakang Club Brugge dengan ancaman.

Haaland menjadi aktor utamanya. Penyerang 20 tahun itu berkali-kali membuat area pertahanan Club Brugge kocar-kacir.

Haaland pun bisa membawa Dortmund memimpin sejak menit ke-18. Memanfaatkan sodoran Giovanni Reyna ke kotak penalti, dengan tenang Haaland bisa meneruskan bola masuk ke gawang dengan sepakan kaki kiri. Skor menjadi 1-0 untuk Dortmund.

Unggul 1-0 tak mengendurkan serangan Dortmund. Gol kedua pun akhirnya lahir di menit akhir babak pertama, lewat Jadon Sancho. Pemain Inggris itu mencetak gol lewat tendangan bebas. Skor 2-0 menutup babak pertama.

Di babak kedua, Dortmund belum berhenti memberi tekanan. Haaland dan Sancho masih menjadi ancaman nyata bagi Club Brugge, yang kesulitan membangun serangan.

Gol ketiga Dortmund pun lahir di menit ke-60. Haaland lagi-lagi mencatatkan namanya di papan skor, setelah memanfaatkan kepanikan lini belakang Club Brugge.

Menerima bola liar hasil kesalahan Ruud Vormer, Haaland langsung meneruskannya dengan sepakan kaki kiri keras, yang mengirim bola bersarang ke pojok kiri gawang Club Brugge. Kedudukan menjadi 3-0.

Setelahnya, Dortmund terus memberondong lini belakang Club Brugge dengan berbagai peluang. Haaland, Thorgan Hazard, hingga Mats Hummels punya kans menjebol gawang Club Brugge, namun belum menghadirkan gol keempat.

Hingga laga bubar, skor tetap bertahan. Dortmund menang 3-0 atas Club Brugge. Kemenangan membuat Dortmund memimpin klasemen Grup F dengan 9 poin, diikuti Lazio (8), Club Brugge (4), dan Zenit St. Petersburg (1).

Susunan Pemain

Borussia Dortmund: Buerki, Meunier (Morey 73′), Guerreiro, Akanji, Hummels, Bellingham, Delaney (Can 72′), Sancho, Hazard, Reyna (Brandt 81′), Haaland (Reus 81′)

Club Brugge: Mignolet, Deli, Kossounou, Mata, Diatta (Okereke 74′), Balanta (Rits 52′), Vanaken, Vomer, Ketelaere, Lang (Schrijvers 74′), Krmencik (Badji 66′)

Hasil LiveScore Liga Inggris

LiveScore Liga Inggris

Mencari Striker Nomor 9 Pengganti Suarez di Barca

Mencari Striker Nomor 9 Pengganti Suarez di Barca

Barcelona melepas salah satu striker terbaiknya sepanjang sejarah klub, Luis Suarez ke Atletico Madrid. Kini pelatih Ronald Koeman harus mencari striker murni sepeninggal El Pistolero.

Saat ini, satu-satunya striker nomor 9 yang dimiliki Barcelona hanya Martin Braithwaite.

Pilihannya saat ini adalah pemain depan berusia muda namun dengan level menengah dan berharga murah, atau mencari penyerang kaya pengalaman dan gratis.

Rekomendasi Situs Liveskor Sepakbola

Ada Lionel Messi, Antoine Griezmann, Ansu Fati yang bisa diplot sebagai striker palsu alias ‘false nine’. Namun itu bukan solusi untuk sumber gol bagi Barcelona, meski Messi masih tetap moncer dalam beberapa tahun terakhir.

Pilihan striker Barcelona di bursa transfer ini sangat terbatas. Salah satunya terkendala finansial. Blaugrana harus menjual pemain lebih dulu untuk membeli pemain dari klub lain.

Selama ini Barcelona dikaitkan dengan Lautaro Martinez dan Memphis Depay. Namun harga Lautaro kemahalan dan Inter Milan tak mau menjual striker Argentina itu di bawah 100 juta Euro.

Sementara Depay berharga lebih murah, yakni berkisar 25-30 juta Euro. Namun, mantan pemain Manchester United itu bukan striker nomor 9 yang memiliki kemampuan macam Suarez. Meski bukan striker murni, namun di Timnas Belanda, Koeman memainkannya sebagai penyerang tengah.

Catatan Depay lumayan apik selama bermain di Olympique Lyon, yakni 58 gol dari 142 penampilan. Namun dia justru melempem saat masih membela Man United, yang notabene klub besar. Bersama Setan Merah dia cuma mencetak 7 gol dalam 53 laga.

Karena performa buruknya itu dia hanya bertahan semusim lalu dibuang ke Lyon.

Satu striker lagi yang lebih realistis adalah Edinson Cavani. Saat ini dia berstatus bebas transfer dan tak punya klub.

Striker Uruguay itu dikabarkan sudah menawarkan diri ke Barcelona dua kali. Kubu Blaugrana juga mempertimbangkan proporsal Cavani sebagai opsi terakhir sebelum bursa transfer ditutup pada 5 Oktober mendatang.

Selain gratis, Cavani yang sudah 33 tahun kaya pengalaman. Dia sudah bermain di banyak klub Eropa, seperti Palermo, Napoli, hingga Paris Saint Germain.

Sepanjang karier di Eropa, Cavani telah mencetak 341 gol dalam 556 pertandingan. Rekor gol terbanyak dibuat saat dia bermain di Paris, yakni 200 gol dari 301 laga.

Hasil Inter Milan vs Udinese: I Nerazzurri Tetap Perfect

Laga Inter Milan melawan Udinese di Stadion Giuseppe Meazza, Minggu (15/9) sukses dimenangkan oleh Romelu Lukaku dan kawan-kawan dengan score 1-0. Kemenangan ini membikin I Nerazzurri terus perfect di ajang Serie A kampanye musim ini.

Di awal paruh perdana, Inter lansung menggebrak. Baru saja 4 menit, Politano memperoleh kesempatan tendangan jarak dekat. Sayangnya bola tetap membentur tiang. Stefano Sensi coba peruntungannya via tendangan voli pada menit ke-16.

Udinese tidak diam saja. Kesempatan diraih Wallace di dalam kotak penalti, namun Handanovic tetap dapat menyelamatkan bola. Saat laga sudah berjalan hingga menit ke-35, Udinese berlaga dengan sepuluh orang sebab De Paul diusir wasit.

Menghadapi sepuluh bintang, Inter semakin optimis. Mereka senantiasa mengurung para pemain Udinese. Jelang penghujung paruh perdana, score laga pada akhirnya berubah. Sensi berlari berlaga di jantung pertahanan untuk jelang assist Godin via tandukan.

Penjaga gawang Udinese tidak dapat mengantisipasi kiprah Sensi itu dan membikin Inter menang 1-0. Score 1-0 ini endingnya menetap sampai 90 menit, walau Udinese pada fase ke 2 memperoleh kesempatan untuk dapat memaksakan skor jadi imbang.

Tim Nasional Haiti Cetak Sejarah Anyar di Piala Emas CONCACAF

Gelaran Piala Emas CONCACAF yang tengah bergulir di Amerika Serikat berbuah sejarah anyar. Sejarah ini dicetak oleh kesebelasan yang sepanjang ini dinilai yang terlemah di kawasan Amerika Utara, Haiti.

Tim nasional Haiti memang bermain di atas rata-rata di Piala Emas kali ini. Puncaknya pun berlangsung saat mereka berhasil menumbangkan salah 1 kesebelasan tangguh, Kanada, pada Sabtu (29/6/2019). Pada pertandingan yang bergulir di Houston itu mereka berhasil menghajar sang rival dengan score 3-2.

3 goal yang dicetak Duckens Nazon, Wilde-Donald Guerrier, dan Herve Bazile, berhasil mengantarkan Haiti menuju ke semi-final. Pencapaian ini sekalian menjadi history anyar untuk mereka. Buat pertama kali anak didik Marc Collat melaju menuju semi-final semenjak 1977 lalu.

Sinyal kesuksesan Johny Placide ini sebenarnya telah nampak semenjak putaran grup. Ada di Grup B mereka sukses melaju menuju perempat-final menjadi jawara grup dengan perolehan angka sempurna, 9. Malahan di grup itu mereka sukses menumbangkan kesebelasan tangguh Kosta Rika.

Nantinya pada fase semi-final Haiti bakal melawan kesebelasan kokoh yang sekalian kandidat jawara, Meksiko, yang pada perempat-final sukses menghajar Kosta Rika di dalam adu penalti.

Kesempatan negeri yang beribu kotakan Port Au Prince ini untuk masih meneruskan kejutannya jelas tetap terbuka. Terlebih apabila menyaksikan sejarah mereka sebenarnya sudah mencicipi trofi Piala Emas di tahun 1973.

De Ligt Ungkap Resep Keberhasilan Ajax Musim Ini

Ajax mampu sukses besar musim ini. Walau kandas di Liga Champions, mereka berjaya di Eredivisie dan KNVB Beker. Lantas, Matthijs de Ligt dkk. juga sukses meraih hati pencinta sepakbola dunia karena penampilan mengesankan.

Usai Ajax menegaskan diri keluar menjadi jawara Eredivisie kompetisi musim ini dengan menghajar De Graafschap, Kamis (16/5/2019) dini hari WIB, Matthijs de Ligt menyebutkan resep di balik kejayaan kesebelasannya. Resep ini juga bukanlah rumit, sederhana saja.

“Kami merupakan sekelompok kawan yang main bola kayak di halaman sekolah. Kami pergi menuju Lisbon, London, menuju mana juga, bersama-sama, ” kata pemain bertahan tim nasional Belanda ini sebagaimana dilansir Football5Star. com dari NU. nl.

Matthijs de Ligt melanjutkan, “Dan di mana jua, kami terus bersama-sama. Hal tersebut membuat ikatan kokoh. Kesebelasan ini jua terbentuk dari sangat banyak bintang spektakuler. ”

Ikatan pertemanan dan kebersamaan ini akhirnya membikin mereka berlaga dengan riang di gelanggang. Keriangan inilah yang lantas merasuk menuju hati para pencinta sepakbola dunia.

Di samping mengatakan resep kejayaan tim besutan Erik ten Hag ini, leader Ajax ini juga tidak lupa menyatakan tentang masa depannya. Ia mengakui tak jua berencana jelas usai kompetisi musim ini selesai.

“Terlintas di kepalaku, ini kemungkinan pertandingan terakhirku bareng Ajax. Terdapat banyak tawaran, namun saya sulit menentukan opsi. Saya betul-betul tidak tahu apakah yang bakal berlangsung pada jendela transfer musim panas ini, ” tutur pemain belakang berusia 19 tahun itu setelah pertandingan vs De Graafschap.

Pemberitaan yang tersebar mengatakan Matthijs de Ligt 1 langkah lagi gabung dengan Frenkie de Jong di Barcelona. Tapi, negosiasi di antara ke 2 pihak menemui jalan buntu. Seperti dilansir Mundo Deportivo, sang bintang tidak benar-benar percaya dengan plan barcelona untuk dia.

Pique: Solskjaer Membantuku Tumbuh

Gerard Pique membeberkan peran Ole Gunnar Solskjaer kala ia masih bermain buat Manchester United. Untuk pemain bertahan Barcelona ini, Solskjaer jadi salah satu bintang yang menolong dirinya berkembang.

Pique hengkang dari Barcelona ke Manchester United di tahun 2004. Kala itu, pemain bertahan yang identik dengan nomor jersey 3 ini tengah berumur 17 tahun. Menjadi salah satu bintang senior, menurut Pique, Solskaer memerankan tugas yang amat bagus.

“Saya ingat Ole menjadi rekan setim yang bagus. Saat aku tiba menuju sini (United) di usia 17 tahun, amat muda serta dia merupakan yang tertua (di klub). Ia amat membantuku guna meningkat di tim, pada negara ini serta pada kota ini, ” tutur Gerard Pique diberitakan Football5star melalui Sky Sport.

Kala itu, Solskjaer sedang merasakan era akhir selaku pesepak bola profesional. Sebab di penghujung kompetisi musim 2006-07, lelaki berkebangsaan Norwegia ini mengambil keputusan pensiun.

“Saya ingat kala itu ia ada di dalam pengujung kariernya serta ia sedang mendapatkan problem cedera. Namun, saat anda latihan bersama dirinya, anda dapat menyaksikan kemampuannya kala menyarangkan goal, ” imbuh Pique.

Empat musim pada Manchester United serta 3 musim bareng Solskjaer, Pique tidak dapat mengabaikan jasa dari sang eks rekan. Dia jua berpikir peran anyar Ole Gunnar Solskjaer menjadi juru tak-tik pada Manchetser United berlangsung lancar.

“Sungguh ini merupakan pengalaman yang baik kala bermain dengannya. Aku amat bahagia sekarang menyaksikan ia jadi manajer Manchester United. Ia mengerjakan job yang baik semenjak memperoleh tugas anyar. Mereka memenangkan beberapa laga serta berlaga sedikit lebih bagus, ” puji Gerard Pique.